JAKARTA – Segmen menengah masih menopang pasar apartemen di Jakarta dan sekitarnya. Dari total kapitalisasi pasar apartemen 2017 sebesar Rp 112 triliun, sekitar 70% disokong oleh segmen menengah dan menengah bawah.

Apartemen segmen menengah yang dibanderol di bawah Rp 700 juta per unit mendapat respons bagus sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Pasar segmen ini diprediksi masih prospektif hingga akhir 2017.

Demikian rangkuman pendapat Direktur PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk Theresia Rustandi, Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat, Investor Relations PT Agung Podomoro Land Tbk Wibisono, GM Marketing & Sales Synthesis Residence Kemang Imron Rosyadi, Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto, dan analis properti Torushon Simanungkalit. Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah dari Jakarta, Selasa (18/7).

Torushon menyatakan, nilai kapitalisasi properti apartemen tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp 112 triliun, meningkat sebesar 14,3% dibanding 2016. “Kontribusi segmen menengah dan menengah bawah bisa mencapai 70%,” tuturnya.

Dia menambahkan, perkembangan apartemen di Jabodetabek sampai 2016 cenderung melambat. Tapi, tahun ini menunjukkan peningkatan dengan munculnya sejumlah proyek apartemen baru.

Menurut Ferry, apartemen menengah ke bawah masih moncer karena segmen ini menyasar kelompok pembeli yang paling banyak pangsanya. Selain itu, apartemen jenis ini mayoritas diperuntukkan sebagai tempat tinggal.

“Pangsa pasarnya adalah end-user yang jumlahnya cukup banyak. Saat ini, LTV (loan to value) dan tingkat suku bunga sudah rendah sehingga mendorong orang untuk membeli lewat pembiayaan bank (kredit pemilikan apartemen/KPA),” tutur dia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *